HaloBojonegoro.com  – Kantor Balai Desa Sukorejo Kecamatan Parengan di gruduk puluhan warga, Lantaran dalam proses penetapan Plt, Kepala Desa yang di tunjuk oleh Camat Parengan di anggap beberapa warga janggal dan terkesan otoriter, Kantor Balai Desa di segel, Senin (26/08/13).

Aksi warga ini bukan yang pertama kalinya, menentang sikap Camat yang di anggap sejumlah warga Sukorejo terkesan otoriter, Dalam aksinya warga menggunakan seni reog ponorogo sambil membentangkan sejumlah poster yang berisikan penolakan Plt  kepala desa yang di tunjuk langsung oleh camat tanpa mekanisme yang jelas, Aksi tersebut tanpa ada pengawalan dari pihak kepolisian setempat maupun Polres.

Dalam aksinya warga melakukan teatrikal keranda mayat yang berisikan Matinya Demokrasi dan menolak atas Penetapan Plt kepala desa , dalam aksinya warga tampa melakukan orasi dalam hal ini warga tidak ada yang menemui dari pihak pemerintah Kecamatan maupun pemerintah Desa. berhubung aksi warga tidak ditemui dari pihak yang terkait dan secara serentak warga menyegel kantor balai desa sukorejo setelah menyegel Balai Desa warga membubarkan dengan tertib.

Sementara Suyono sekertaris BPD saat di mintai keterangan mengatakan bahwasnya mekanisme dalam penetapan Plt Tidak sesuai mekanisme yang berlaku” sebenarnya BPD sudah mengusulkan Plt Tapi tidak di terima oleh camat dan tahu-tahu Camat membuat Plt tanpa ada usulan dari BPD.

Terpisah, Didik Purwanto camat Parengan saat di konfirmasi wartawan melalui ponselnya mengatakan “Saya tidak dapat pemberitahuan adanya demo, dan kapolsek juga tidak menerima surat pemberitahuan adanya demo. maka kami menganggap semua itu gerakan liar. Dan tidak perlu ditanggapi, ungkap Didik melalui Pesan singkat ponselnya.

Imron Warga Parengan, sebagai pengamat politik dan Pemerintahan mengatakan,”Demontrasi ini adalah buntut dari tidak direkomendasikannya Wiwik sebagai calon Kepala Desa Sukorejo, karena memang wiwik Cacat Hukum dan tidak, memenuhi syarat administrasi. mungkin karena kebodohan atau ketidakpahaman pihak Wiwik tentang aturan Mendagri juga Perda yang berlaku. sehingga pihaknya  tidak terima kalau tidak diloloskan sebagai calon Kepala Desa mas, dan lebih bodohnya lagi Wiwik bersama kroni-kroninya tetap melakukan pemilihan Kepala Desa sendiri, dengan biaya sendiri, buat kartu suara sendiri meski tanpa adanya rekomendasi dari Pemerintah. Mungkin Desa Sukorejo akan membuat Desa sendiri atau Negara sendiri dan keluar dari NKRI sehingga membuat aturan sendiri dengan mengindahkan aturan Pemerintah yang sudah jelas. “Ungkapnya” sambil nada geram saat ditemui Team HaloBojonegoro.com.

Imron juga” menambahkan” sempat juga mas, terdengar isu bahwa, sebagian warga Sukorejo Parengan akan melakukan pemboikotan tidak akan mengikuti pencoblosan dalam Pilgub mendatang. karena memang selama ini, Warga terlalu mudah untuk terprovokasi oleh segelintir orang-orang yang tidak bertanggung- jawab, karena kepentingan ego pribadinya”Imbuhnya” sambil berdarah-darah…(Luh)

Komentar :