Halobojonegoro.com – Pilkades Desa Sukorejo Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban yang berlangsung 15 Juli kemarin, menyisakan masalah dan cacat Hukum. Pasalnya salah satu pihak calon kepala desa, dalam hal ini Wiwik Hartatik (31) bermasalah, karena kasus kependudukan.(16/07/2013)

Wiwik sapaan akrabnya, yang sebelumnya tercatat sebagai warga Desa kumpulrejo Kecamatan Parengan baru melakukan pindah tempat ke Desa Sukorejo sekitar 9 bulanan lalu. Jadi Wiwik belum bisa untuk dipilih menjadi Calon Kepala Desa.

Namun anehnya pihak kepala Desa, BPD, Panitia tetap meloloskan saudara Wiwik untuk menjadi Calon Kepala Desa Sukorejo, dan juga tetap melaksanakan Pilkades, meskipun dari pihak kecamatan juga pemerintah Kabupaten Tuban sendiri,  tidak merekomendasikan untuk diselenggarakannya Pilkades.

Dalam pelaksanaan pilkades, Narto (39) selaku rival dari Wiwik Hartatik tidak menghadiri acara pemilihan pada tanggal 15 juli kemarin, hal ini dikarenakan ia merasa ada yang salah dan tidak masuk akal, juga terkesan hanya rekayasa dari pihak BPD dan Panitia sendiri   dalam pemilihan Pilkades ini.

“Saya tidak hadir dalam pemilihan karena saya berpedoman pada surat Sekda kabupaten”Ujarnya, sembari menunjukkan surat Sekretariat Daeah kabupaten Tuban Nomor 140/2207/424.106/2013 tentang tanggapan permasalahan pilkades desa Sukorejo.

Dalam surat itu menyatakan, berdasarkan Perda Kabupaten Tuban Nomor 10 tahun 2006, bahwa Wiwik Hartatik belum memenuhi syarat untuk pencalonan, pemilihan dan pelantikan kepala desa.

Narto “menambahkan” sebenarnya saya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, ia mengaku hubungannya pun juga masih baik dengan Wiwik. Namun dia sangat menyayangkan pada pihak BPD juga Panitia, apakah benar-benar tidak tau peraturn atau pura-pura tidak tau peraturan, Padahal sudah jelas Peraturan Mendagri Juga Perda, Yang berbunyi : warga desa yang terdaftar sebagai penduduk desa dan bertempat tinggal tetap di Desa yang bersangkutan sekurang-kurangnya dua tahun terakhir dengan tidak terputus-putus. Dan Wiwik sendiri terbukti belum ada dua tahun menjadi warga Desa sukorejo, karena sebelumnya dia tercatat menjadi warga Desa Kumpulrejo, sejak 12 oktober 2009 ikut suaminya yang jadi kepala Desa Kumpulrejo. Dan proses pindah tempatnya baru 30 mei 2012 kemarin, jadi belum genap dua tahun. Namun kenapa pihak BPD ataupun Panitia tetap saja meloloskan Wiwik sebagai Calon Kepala Desa Sukorejo, Bahkan melaksanakan Pilkades sendiri tanpa ada rekomendasi dari Kecamatan Juga Kabupaten. Bahkan Semua Kartu suara juga membuat sendiri tidak dari pemerintah.”Imbuhnya” sambil nada geram

Ditempat Terpisah Wiwik Mengatakan“Status saya dinyatakan halal oleh komisi A DPRD Kabupaten Tuban, dan pencalonan saya sah juga tidak cacat hukum” Ujarnya” saat ditemui team HaloBojonegoro.com di kediamannya, Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban.

Pihaknya juga menyangkal tudingan menyalahi aturan karena menurutnya sudah sesuai prosedur pedoman pemilihan kepala Desa.

“Semua sudah sesuai pedoman dan prosedur, saya akan menjalaninya” Imbuhnya.

Kasus ini sudah masuk di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), karena pihak rival Wiwik dalam hal ini, Narto sudah melaporkan permasalahan ini ke PTUN…(Dn/El)

Komentar :