HaloBojonegoro.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro tengah menginventarisir harta kekayaan milik mantan ketua DPRD Bojonegoro, Mochtar Setyohadi. Setelah di inventarisir dan di sita, selanjutnya Kejari akan melakukan lelang untuk mengganti uang kerugian Negara akibat korupsi yang
dilakukannya sesuai putusan Majelis Hakim.

Mochtar Setyohadi kini statusnya masih menjadi buron karena tidak memenuhi panggilan eksekusi Kejari Bojonegoro setelah divonis bersalah oleh Hakim Mahkamah Agung RI. Mochtar Setyohadi terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana perjalanan dinas Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bojonegoro senilai Rp 13,2 miliar. Selain Mochtar, kasus tersebut juga menyeret mantan wakil Ketua DPRD Bojonegoro Maksum Amin.

“Karena sudah melebihi satu bulan setelah putusan dan memiliki kekuatan hukum tetap, jaksa eksekutor akan menyita harta kekayaan milik Mochtar” kata Nusirwan Sahrul, Kasi Intel Kejari Bojonegoro (31/05/13)

Dalam putusan MA keduanya diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta subside 6 bulan kurungan. MA juga mewajibkan terdakwa membayar uang pengganti senilai Rp 687.900.000 untuk terdakwa Mochtar Setyohadi, dan Rp 754.050.000 untuk Maksum Amin.

“Harta kekayaan terpidana ini nantinya kita sita dan dilelang untuk mengganti kerugian Negara” ujar Nusirwan

Dalam perkara kasus korupsi tersebut, Mochtar Setyohadi dan Maksum Amin di jatuhi hukuman selama 6 tahun penjara sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 481/k/Pid.sus/2012. Namun keduanya kini belum ditahan. Kejaksaan masih mencari keberadaan Mochtar, sementara Maksum kondisinya masih sakit, namun kondisinya sekarang dah membaik, dan kita juga akan segera lakukan penjemputan terhadap maksum amin.

Seperti diketahui, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Bojoenegoro periode 2004-2009 itu terbukti melakukan korupsi dana perjalanan dinas yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro tahun 2006-2007 senilai Rp 13,2 milyar…(Luh)

Komentar :