HaloBojonegoro.com – PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) telah mengetahui potensi dari Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru-Cendana pada awal Mei 2013 lalu di Surabaya dengan semua pihak yang berkaitan, termasuk Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Pertamina EP Cepu (PEPC).

Direktur Utama PT BBS, Deddy Affidick mengungkapkan, BBS sebagai BUMD tidak dalam porsi pembahasan proyek pengambangan Lapangan Gas Cepu.

“Kami fokusnya pada Tim Pemerintah Kabupaten dimana kami anggota Tim tersebut, terutama saya adalah anggota Tim Optimalisasi Kandungan Lokal di bidang tenaga kerja lokal. Selain dalam interaksi sehari-hari berkomunikasi dengan Bupati Suyoto untuk memberikan advice,”tukasnya.

Meskipun dalam kapasitasnya PT BBS tidak secara langsung turut campur pada proyek ini, namun pada intinya semua pihak berharap bahwa pada perkembangan lapangan gas Jambaran -Tiung Biru- Cendana ini bagaimana gas yang dihasilkan bisa membawa manfaat yang optimal bagi daerah penghasil yaitu Bojonegoro.

“Manfaat optimal itu sepertinya sulit kita dapatkan dari sisi industri hulu, tetapi gas yang dihasilkan itu bisa dialokasikan”ujarnya.

Sementara ini, pihaknya baru mendengar jika gas tersebut akan diprioritaskan untuk pabrik pupuk,apabila ada satu saja pabrik pupuk yang benar-benar didirikan di Bojonegoro, maka akan ada puluhan industri turunan yang muncul.

“Industri turunan nanti misalnya pabrik amoniak, pabrik metanol,atau pabrik plastik,”imbuhnya…(Rik)

Komentar :