HaloBojonegoro.com – Bermula aksi corat-coret, konvoi kendaraan roda dua tanpa menggunakan helm, dan berujung tawuran dengan sekolah lain. Rangkaian kegiatan itu seolah sudah menjadi tradisi usai pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) di berbagai Daerah. Untuk mencegah tradisi itu, Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro mengerahkan kurang lebih 250 anggota untuk bersiaga pada hari pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA yang jatuh pada jumat (24/5/2013) dini hari.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Rakhmad Setyadi menyebutkan, ratusan personil itu disebar di sejumlah titik yang menjadi rawan aksi tawuran serta lokasi dimana para siswa sedang berkumpul. “Ada sekitar 250 personil diturunkan untuk mengamankan situasi saat pengumuman kelulusan” kata Rakhmad. Sejumlah titik lokasi yang rawan aksi tawuran pelajar diantaranya Desa Pacul, Desa Sukorejo, dan Kelurahan Jetak, Kecamatan Kota Bojonegoro. Bagi para pelajar yang terlibat aksi tawuran maka akan diberikan sangsi sesuai ketentuan…(Luh)

Komentar :